OSTEOPOROSIS

Posted: March 2, 2011 in Kedokteran
Tags: , , , ,

osteoporosis merupakan penyakit yang ditandai dengan adanya low bone mass dan loss of bone tissue, kedua hal tersebut dapat menyebabkan tulang menjadi lemah dan rapuh. Osteoporosis juga meningkatkan resiko terjadinya farcture terutama pada panggul, tulang belakang dan pergelangan tangan. Osteoporosis biasanya berkembang pada wanita lanjut usia, tetapi kerusakan sebenarnya dapat terjadi sebelum itu.

Etiologi

  • Ketidakseimbangan antara pembentukan tulang yang baru dan resorpsi tulang yang sudah lama. Tubuh mengalami kegagalan untuk membentuk tulang yang baru atau adanya resorpi berlebihan dari tulang yang sudah tua
  • Kurangnya kalsium, vit D, magnesium, zinc dan phosphate. Kalsium merupakan zat yang penting untuk keberlangsungan organ, sehingga tubuh menyerap kalsium dari tulang untuk mempertahankan kadar kalsium dalam darah. Jika konsumsi kalsium tidak mencukupi maka kalsium yang ada di dalam tulang akan berkurang dan menyebabkan tulang menjadi lemah dan rapuh.
  • Kurangnya hormone (estrogen pada wanita, androgen pada pria).
  • Kondisi lain: kortikosteroid use, kelainan kelnjar thyroid dan kanker tulang

Risk Factor

  • Wanita
  • Orang kulit putih dan asia
  • Post menopause
  • Merokok, alcohol abuse
  • Eating disorder
  • Rheumatoid arthritis
  • Mempunyai orangtua dengan osteoporosis

 

Epidemiology

  • Prevalensi wanita yang mengalami osteoporosis :
  1. 14% pada usia 50-59 tahun
  2. 22% pada usia 60-69 tahun
  3. 39% pada usia 70-79 tahun
  4. 70% pada usia >80 tahun
  • Orang kulit putih dan asia mempunyai resiko tertinggi.

 

Prevention

  • Balanced diet rich calcium and vit d
  • Olahraga
  • Gaya hidup sehat (jauhi merokok dan alcohol)
  • Mengkonsumsi suplemen untuk meningkatkan densitas tulang

Symptoms

Pada awalnya tidak menimbulkan gejala, tapi kemudian akan menimbulkan rasa nyeri pada otot atau tulang, biasanya ada low back pain atau nyeri pada leher. Semakin parah osteoporosis rasa nyeri meningkat dan biasanya timbul tiba-tiba. Nyeri yang timbul tidak menyebar, biasanya disertai dengan nyeri tekan, akan mereda setelah satu minggu dan semakin memburuk ketika mengangkat beban. spinal compression fracture menyebabkan postur tubuh menjadi khyposis.

Klasifikasi

  • Osteoporosis primer yang dapat terjadi pada tiap kelompok umur. Tidak berkaitan dengan penyakit kronis. Osteoporosis primer ini terdiri dari dua bagian :
  1. Tipe I (Post-menopausal) : Terjadi 15-20 tahun setelah menopause (53-75 taun).
  2. Tipe II                                       : Terjadi pada pria dan wanita usia >70 tahun.
  • Osteoporosis sekunder: Osteoporosis jenis ini dapat terjadi pada tiap kelompok umur yang disebabkan oleh keadaan medis lainnya atau obat-obatan.
  • Osteoporosis idiopatik :Merupakan jenis osteoporosis yang penyebabnya tidak diketahui.Hal ini terjadi pada anak-anak dan dewasa muda yang memiliki kadar dan fungsi hormon yang normal, kadar vitamin yang normal dan tidak memiliki penyebab yang jelas dari rapuhnya tulang.

Diagnosis

  • Anamnesis (mencari risk factor)
  • CBC : kadar kalsium, fosfor, Vit D, fungsi kelenjar tiroid dan ginjal
  • BMD test : mengukur densitas tulang (painless dan aman)

  1. DXA (dual-energy X-ray absorptiometry) mengukur densitas tulang belakang, panggul atau keseluruhan tubuh.
  2. SXA (single-energy X-ray absorptiometry) mengukur densitas tumit dan tempurung lutut. Jika terdeteksi adanya bone loss pada bagian tersebut maka dapat dilakukan konfirmasi dengan DXA. Hasil BMD akan dibandingkan dengan dua standar yaitu “age matched” (umur dan jenis kelamin yang sama dengan pasien) dan “young normal” (membandingkan optimal peak bone density pada orang dewasa dengan jenis kelamin yang sama)

Medical Treatment

Bertujuan untuk:

  • memperlambat atau menghentikan kehilangan mineral
  • Menigkatkan densitas tulang
  • Mencegah bone fracture
  • Mengontrol rasa sakit.

Medications

  • Estrogen : untuk newly menopausal women dapat menurunkan resiko hip fracture hingga 50%
  • SERMs  : selective estrogen receptor modulators (raloxifene, tamoxifen)
  • Calcium dan vitamin D:  daily intake of 800-1,000 IU of vitamin D and daily intake of 1,200-1,500 mg of calcium
  • Bisphosphonates: memperlambat bone loss dan dapat meningkatkan densitas tulang (alendronat, risedronat dan etidronate)
  • Other hormone :
  1. Calcitonin (miacalcin ekstraksi dari ikan salmon) : Memperlambat bone loss dan meningkatkan densitas tulang
  2. Teriparatide (PTH)

 

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s