Prenatal Care

Posted: February 28, 2011 in Kedokteran
Tags: , , , , , , ,

Pertama akali diperkenalkan di Boston pada awal abad ke-20. Prenatal care mempunyai dua tujuan, untuk ibu dan anak.

Tujuan

Ibu :

  1. Mengurangi kesulitan sebelum persalinan
  2. Mempertahankan kesehatan jasmaniah dan rohani agar proses persalinan berlangsung dengan aman
  3. Agar ibu berada dalam kesehatan optimal saat pos-kelahiran dan memenuhi kebutuhan janin

Anak:

  1. Mengurangi resiko prematur
  2. Memberi kesehatan yang optimal


Banyak hal yang menyebabkan seseorang menolak untuk mendapatkan Prenatal care salah satunya ialah:

– Tidak mampu untuk membayar pelayanan kesehatan

–   Tidak percaya dengan tenaga professional

–   Perbedaan persepsi mengenai prenatal care

–   Perasaan menolak untuk hamil

–   Larangan agama atau tradisi

Program prenatal care

a. Pre-conceptional care

–          Mempromosikan PHBS

–          Meningkatkan kesiapan untuk hamil

–          Menurunkan resiko ketidaknormalan kehamilan

b. Diagnosis kehamilan

–          Mendeteksi tanda-tanda kehamilan secara fisik (umum)

–          Tes HCG urin

–          USG

c. Inisiasi evaluasi prenatal

Bertujuan untuk menentukan status ibu dan janin, estimasi umur kehamilan dan perencanaan prenatal care selanjutnya.

Mempunyai beberapa aspek, yaitu;

–  Prenatal record

–  Estimasi kehamilan

a.  Menggunakan neagle rules (untuk siklus 28 hari, reguler)

–  Hari +7

–  Bulan -3

–  Tahun+1

  1. berdasarkan trimester

–  History taking

  1. Sejarah masa obstetric: GPA
  2. sejarah masa ginekolog: siklus menstruasi

–  Psychosocial screening

Merokok

– menaikkan kadar carboxyhemoglobin

-menyebabkan kontriksi vascular

– menurunkan aliran darah di uteroplasenta

Alkohol dan obat-obatan: teratogenik

Masalah dalam keluarga atau relasi hidup

–  Physical Examination

Pelvis examination

– Pelvic inlet: dengan Diagonal conjugata

– Mid pelvis

–   Pelvis outlet

bentuknya dapat ditentukan dengan palpasi pubic rami dari simfisis ke ischial tuberositis. Jika sudut suprapubis< 90 derajat maka outlet inadequate.

Panjang serviks

pemeriksaan dengan bimanual examination, rata-rata panjang serviks ialah 3–4 cm; closed os pada nulipara

–  Lab test

  1. Blood screening
  2. Tes genetik

harus dilakukan pada wanita dengan umur lebih dari 35 tahun. pemeriksaan CVS pada minggu 10–14; amniocentesis pada minggu 16–20

Tes urin

memeriksa bakteri, protein, glukosa dan badan keton

Pap smear

untuk memeriksa gonorrhea dan chlamydia

Streptokokus grup B (35–37)

Jika ibu menderita bakteri tersebut maka sebaiknya diberikan antibiotik sebelum melahirkan untuk mengurangi resiko terinfeksinya bayi

– Identifikasi faktor resiko

adanya astma, penyakit jantung, DM, Hipertensi, dan kelainan paru-paru

d. Kunjungan prenatal lanjut

Secara umum dilakukan 4 minggu sekali sampai minggu 28; 2 minggu sekali sampai minggu 36 dan 1 minggu sekali hingga menjelang kelahiran. tetapi kunjungan ini bergantung pada kondisi ibu dan janin. Hal yang dilakukan antara lain:

– Pengawasan Prenatal

Penentuan status kesehatan pada:

a. Ibu:   – Tekanan darah

– Berat

–  Symptom

–  Vaginal examination

–  Kadar glukosa dan protein dalam urin

b. Janin : – Detak jantung

– Jumlah Amnion

– Head presenting

– Aktivitas janin

– Penilaian umur gestasi

penilaian umur gestasi dapat berdasarkan tinggi fundus, detak jantung fetus (16–18 minggu) dan dari hasil USG

– Tes laboratorium

-> mendeteksi adanya pembukaan neural-tube dan kromoson yang abnormal

-> serologi

E. Tes tambahan prenatal

– Deteksi Penyakit infeksi

– Fetal Fibronektin (indikasi prematur)

– Deteksi penyakit genetik


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s