Kulit merupakan organ tunggal yang terberat pada tubuh manusia, ia menyumbang sekitar 16% total berat badan. Ia tersusun atas epidermis yang berasal dari ectoderm dan dermis yaitu lapisan jaringan ikat yang berasal dari mesoderm

EPIDERMIS

Tersusun oleh epitel pipih berlapis berkeratin, melanosit, sel langerhans dan sel merkel’s. Sel epitel yang berkeratin disebut keratinocytes, ialah yang membedakan thick (smooth and nonhairy) and thin (hairy) epidermis.  Epidermis mempunyai 5 lapisan keratinocyte:

–          Stratum basale (stratum germinativum)

  • lapisan sel-sel kuboid/kolumnar yang melekat pada membrane dasar yang terletak di dermal-epidermal junction.
  • Desmosom dan hemidesmosom yang berfungsi sebagain pengikat antara satu sel dengan sel lain.
  • Stem cell ditandai dengan adanya aktivitas mitosis yang tinggi berfungsi sebagai renewal epidermal cell (terjadi sekitar 15-30 hari bergantung terhadap usia)
  • Intermediate keratin filament (semakin ke atas semakin banyak)

–           Stratum Spinosum

  • Sel kuboid dengan nucleus berada tengah sel dan sitoplasmanya terisi oleh keratin filamen (tonofilament) filament tersebut berperan dalam mempertahankan kohesi antar sel dan menahan abrasi. Daerah epidermis yang mengalami tekanan dan gesekan yang terus menerus seperti pada telapak tangan dan kaki, memiliki lapisan spinosum yang lebih tebal dengan jumlah tonofilament yang lebih banyak.
  • bagian dengan tingkat aktivitas mitosis yang tinggi disebut malpighian layer (hanya terdapat pada stratum basale dan spinosum)

–           Stratum Granulosum

  • Memiliki 3—5 lapisan sel-sel polygonal dengan sitoplasma yang berisi granula basophilic (keratohyalin granules)
  • Terdapat lamellar granule yang dibentuk oleh lipid bilayer yang berfungsi sebagai barrier terhadap penetrasi benda asing dan menciptakan “sealing effect”

–          Stratum Lucidum

  • Lebih terlihat pada thick skin, tembus cahaya, eosinophilic, dan mempunyai sitoplasma yang berisi keratin filament.

–           Stratum Corneum

  • Terdiri dari 15—20 lapisan sel-sel tidak berinti,berkeratin, dan mempunyai sitoplasma yang berisi keratin.
  • Terdapat sel horny, yaitu sel yang berisi protein dan plasma membrane yang menebal

Langerhans Cells (antigen-presenting cells)

Merupakan sel-sel yang berbentuk seperti bintang dan banyak ditemukan di stratum spinosum. Berasal dari bone marrow dan dapat binding,processing and presenting antigen to T lymphocyte karena itu ia mempunyai peran penting dalam reaksi imun kulit.

Merkel’s Cells

Biasanya terdapat pada thick skin. Mempunyai banyak sensory mechanoreceptor .

DERMIS

Merupakan jaringan ikat yang menunjang epidermis dan mengikatnya dengan hypodermis. Ketebalan dermis bergantung lokasi pada tubuh dan max 4mm (pada punggung). Permukaan dermis irregular dan mempunyai banyak projeksi ke epidermis. Terdapat basal lamina yang berada diantara stratum basale dan papillary layer, dan dibawahnya terdapat lamina reticularis. Dermis mempunyai sistem elastisitas yang tersusun oleh fiber-fiber, fiber yang tebal terdapat pada lapisan reticular dan semakin ke atas komponen elastinnya berkurang. Selain itu,pada dermis juga terdapat folikel rambut, kelenjar sebaceous dan keringat. Dermis mempunyai persarafan yang sangat banyak, dan saraf efektornya merupakan postganglionic fiber of simpatetik ganglia. Tidak ada persafaran dari parasimpatetik

Dermis mempunyai dua lapisan

–          Papillary layer

  • Jaringan ikat longgar, fibroblast dan sel-sel jaringan ikat lainnya
  • mast cels dan makrofag
  • leukosit
  • special collagen fibril yang mengikat dermis dan epidermis (anchoring fibril)

–    Reticular layer

  • Jaringan ikat padat (collagen tipe 1), mempunyai lebih banyak fiber disbanding papillary layer.

SUBCUTANEOUS TISSUE

–          Lapisan jaringan subkutan terdiri dari jaringan ikat longgar dan sel-sel lemak yang jumlahnya bervariasi tergantung area dan status nutrisi.

PEMBULUH DARAH DAN RESEPTOR SENSORIS

–          Jaringan ikat pada kulit kaya akan pembuluh darah dan limfatik. Pembuluh arteri yag memperdarahi kulit membentuk dua plexus ; diantara lapisan papillary dan reticular; dan diantara dermis dan jaringan Subkutan. Sedangkan pembuluh vena membentuk tiga plexus.

–          Ujung serabut saraf pada kulit sensitive terhadap touch-pressure, tactile, temperature, gatal dan sensasi lain. Ujung serabut saraf yang terbuka yaitu Ruffini dan yang berbentuk corpuscle ialah vetera, pacini, krause dan meissner

GLANDULA SUDORIFERA (SWEAT GLAND)
Bentuk kelenjar keringat ini tubuler simpleks. Banyak terdapat pada kulit tebal terutama pada telapak tangan dan kaki. Mempunyai dua struktur:

–          Pars secretoria terdapat pada subcutis dibawah dermis. Tersusun oleh epitel kuboid atau silindris selapis. Di luar sel epitel tampak sel-sel fusiform seperti otot-otot polos yang bercabang-cabang dinamakan mio-epitilial yang dapat berkontraksi untuk membantu pengeluaran keringat kedalam duktus ekskretorius

–          Ductus ekskretorius lumennya sempit dan dibentuk oleh epitel kuboid berlapis dua. Kelenjar keringat dapat bersifat merokrin dan apokrin(kental dan berbau),kelenjar apokrin dapat ditemukan di: axillaris, circumanale, mammae dan areolaris montogomery

GLANDULA SEBACEA
Kelenjar ini bermuara pada leher folikel rambut dan sekret yang dihasilkan berlemak (sebum), yang berguna untuk meminyaki rambut dan permukaan kulit. Glandula ini bersifat holokrin. Glandula sebacea biasanya disertai dengan folikel rambut kecuali pada palpebra, papila mammae, labia minora.

 

RAMBUT
Merupakan struktur berkeratin panjang yang berasal dari invaginasi epitel epidermis. Rambut ditemukan diseluruh tubuh kecuali pada telapak tangan, telapak kaki, bibir, glans penis, klitoris dan labia minora. Setiap rambut berkembang dari sebuah invaginasi epidermal, yaitu folikel rambut yang selama masa pertumbuhannya mempunyai pelebaran pada ujung disebut bulbus rambut. Pada dasar bulbus rambut terdapat papila dermis yang mengandung kapiler-kapiler darah yang vital bagi kelangsungan hidup folikel rambut.

Muskulus arektor pili tersusun miring, dan kontraksinya akan menegakan batang rambut. kontraksi otot ini dapat disebabkan oleh suhu udara yang dingin, ketakutan ataupun kemarahan. Kontraksi muskulus arektor pili juga menimbulkan lekukan pada kulit tempat otot ini melekat pada dermis, sehingga menimbulkan apa yang disebut tegaknya bulu roma.


KUKU

Kuku adalah lempeng sel epitel berkeratin pada permukaan dorsal setiap falangs distal. Sebenarnya invaginasi yang terjadi pada kuku tidak jauh berbeda dengan yang terjadi pada rambut, selanjutnya invaginasi tersebut membelah dan terjadilah sulcus matricis unguis, dan kemudian sel-sel di daerah ini akan mengadakan proliferasi dan dibagian atas akan menjadi substansi kuku sebagai keratin keras. Epitel yang terdapat di bawah lempeng kuku disebut nail bed. Bagian proksimal kuku yang tersembunyi dalam alur kuku adalah akar kuku(radix unguis).

Lempeng kuku yang sesuai dengan stratum korneum kulit, terletak di atas dasar epidermis yang disebut dasar kuku. Pada dasar kuku ini hanya terdapat stratum basale dan stratum spinosum. Stratum ujung kuku yang melipat di atas pangkal kuku disebut sponychium, sedangkan di bawah ujung bebas kuku terdapat penebalan stratum corneum membentuk hyponychium.

FUNGSI KULIT

1. Fungsi proteksi

–          Keratin melindungi kulit dari mikroba, abrasi (gesekan), panas, dan zat kimia.

–          Lipid yang dilepaskan mencegah evaporasi air dari permukaan kulit dan dehidrasi; selain itu juga mencegah masuknya air dari lingkungan luar tubuh melalui kulit.

–          Sebum yang berminyak dari kelenjar sebasea mencegah kulit dan rambut dari kekeringan serta mengandung zat bakterisid yang berfungsi membunuh bakteri di permukaan kulit.

–          Pigmen melanin melindungi dari efek dari sinar UV.

–           Sel Langerhans, yang merepresentasikan antigen terhadap mikrob dan ada sel fagosit yang bertugas memfagositosis mikroba yang masuk melewati keratin dan sel Langerhans.

2. Fungsi absorpsi

Kulit tidak bisa menyerap air, tapi bisa menyerap material larut-lipid seperti vitamin A, D, E, dan K, obat-obatan tertentu, oksigen dan karbon dioksida. Permeabilitas kulit terhadap oksigen, karbondioksida dan uap air memungkinkan kulit ikut mengambil bagian pada fungsi respirasi. Kemampuan absorpsi kulit dipengaruhi oleh tebal tipisnya kulit, hidrasi, kelembaban, dan metabolisme

3. Fungsi ekskresi

–           Kelenjar sebasea

Sebum tersebut merupakan campuran dari trigliserida, kolesterol, protein, dan elektrolig. Sebum berfungsi menghambat pertumbuhan bakteri, melumasi dan memproteksi keratin.

–          Kelenjar keringat

Walaupun stratum korneum kedap air, namun sekitar 400 mL air dapat keluar dengan cara menguap melalui kelenjar keringat tiap hari. Selain mengeluarkan air dan panas, keringat juga merupakan sarana untuk mengekskresikan garam, karbondioksida, dan dua molekul organik hasil pemecahan protein yaitu amoniak dan urea

4.Fungsi persepsi

Kulit mengandung ujung-ujung saraf sensorik di dermis dan subkutis.  Panas (ruffini), Dingin (Krause), taktil (Meissner), tekanan (Pacini)

5. Fungsi pengaturan suhu tubuh (termoregulasi)

Pengeluaran keringat dan menyesuaikan aliran darah di pembuluh kapiler.

6.Fungsi pembentukan vitamin D

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s