MENTAL RETARDATION

Posted: December 14, 2010 in Kedokteran

Merupakan keadaan dimana seseorang mangalami kekurangan dalam kemampuan kognitif serta tingkah laku sehingga sulit untuk beradaptasi. Oleh karena itu IQ dan kemampuan untuk social adaptation digunakan untuk menentukan tingkat keparahan dari mental retardation

Beberapa mengalami GLOBAL DELAY, yaitu keterlambatan di 2 jenis perkembangan atau lebih. Anak dengan diagnosis retardasi mental biasanya muncul dengan mixed atau global developmental delays. Anak-anak dengan IQ 55 atau kurang secara umum memiki alasan fisiologis untuk keterlambatan perkembangan mereka. Alasan yang paling sering untuk global developmental delay adalah kelainan chromosomal seperti Down Syndrome – penyebab paling sering dari retardasi mental –  dan juga anak dengan Fragile X syndrome

 

Epidemiology

–        Dari seluruh populasi, 2,5% mengalami mental retardation

–        85% dari seluruh mental retardation yang terjadi tergolong dalam mild mental retardation

–        Peak onset mental retardation terjadi pada usia 10-14 tahun

 

Etiology

a. Genetic Factor

–        Down Syndrome

–        Fragile X Syndrome

–        Prader-Willi Syndrome

–        Cri-du-chat Syndrome

–        Rett’s Disorder

–        Neurofibromastosis

–        Tuberous Sclerosis

–        Adrenoleukodystrophy

–        Maple Syrup urine disease

b. Acquired and Developmental Factors

–         Maternal infection selama kehamilan, seperti TORCH dapat menyebabkan fetal damage dan mental retardation.

–         Maternal chronic illness seperti DM, anemia, hipertensi, dan kebiasaan konsumsi alcohol & obat-obatan mempengaruhi perkembangan CNS dari anak.

c. Perinatal Period

Premature infants dan bayi low birth weights berisiko tinggi untuk mengalami kelainan neurologic dan kemampuan intelektual

Dari data yang didapat dari bayi yang lahir dengan LBW (kurang dari 1kg) , 20% diantaranya mengalami mental retardation

 

d. Pengaruh Enzim

Kekurangan beberapa enzim dapat menyebabkan mental retardation, contoh sphingomyelinase

 

Clinical Manifestation and Classification

Beberapa ciri umum yang menunjukan mental retardation diantaranya

–        Hyperactivity

–        Low frustration tolerance

–        Affective instability

–        Repetitive & stereotypic motor behavior

–        Various self-injurious behavior

 

Category IQ CHARACTERISTIC  
Profound <25 Minimal capacity for functioning in sensorymotor area    
    Butuh pengawasan perawat    
         
Severe 25-39 Poor motor development    
    Speech minimal    
    Little / no communication skill    
         
Moderate 40-54 Can talk and learn to communicate    
    Poor social awareness, mengasingkan diri    
         
Mild 55-69 Can develop social and communication skill

Minimal retardation on sensorimotor area

   
Source : American Psychiatric Association

 

 

Diagnosis and Evaluation

Berikut ini beberapa tes yang dapat dilakukan untuk mendiagnosis mental retardation

1. History Taking

–        Status kehamilan, kelahiran, dan delivery dari ibu

–        Riwayat keluarga yang mengalami mental retardation

–        Hereditary Disorder

2. General Appearance and Observation

–         Melihat adanya bentuk abnormalitas pada wajah dan badan – e.g. Down syndrome, Cornelia de Lange syndrome, Prader-Willi syndrome

–         Observasi perilaku dan interaksi dari anak

–         Observe infant health clinic booklet – to check growth patterns of weight, height and head circumference

3. Infant Development Test

Tes ini dilakukan pada anak usia 1 bulan sampai 3,5 tahun (infant) dengan kategori penilaian sebagai berikut

–        Language

–        Visual proble solving

–        Behaviour

–        Fine motor skill

–        Gross motor skill

4. Intelligence Test in Children

–        Wechsler Scale = mengukur kemampuan verbal and performace skill

–        Stanford-Binet = mengukur kemampuan verbal, abstract / visual thinking , quantitative reasoning, short term memory

5. Test for Adaptive Functioning

Tes ini dilakukan menggunakan Vineland Adaptive Behavior Scale (VABS) yang meliputi

–         Communication: Vineland evaluates expressive and written communication skills, as well as the ability to listen.

–         Daily living skills: These skills are assessed on a personal basis, in the family setting and in the wider community.

–         Socialization: VABS evaluate interpersonal relationships, play and leisure time activities, and interpersonal coping skills.

–         Motor skills: The test also evaluates both gross and fine motor skills.

 

Laboratory Examination

–         Neuroimaging menggunakan MRI

–         Electroencephalography (EEG) diindikasikan ketika terjadi seizure disorder

–         Chromosomal blood testing diindikasikan untuk anak dengan multiple anomalies atau positive family history

–         Molecular testing for Fragile X syndrome

–         Metabolic Investigation

 

Differential Diagnosis

–         Cerebral palsy (motor skill lebih terpengaruh dibanding cognitive)

–         Autism (language and social adaptive skill lebih terpengaruh)

–         Sensory deficit (hilangnya pendengaran dan penglihatan)

–         Communication disorder

–         Poorly controlled seizure disorder

 

Treatment

–         Education for the child yang meliputi adaptive skill, social skill, dan berbagai keterampilan

–         Behavioral, cognitive, and psychodynamic therapies. Meningkatkan social behavior dan mengendalikan sifat agresif serta tingkah laku yang kurang baik.

–         Social intervention untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas kemampuan social

–         Pharmacology tidak  mengobati mental retardation tetapi bermanfaat untuk mengobati gejala yang berhubungan dengan tingkah laku dan psychiatric disorder

 

Prognosis

Mild dan moderate mental retardation  fleksibel dalam beradaptasi dengan berbagai kondisi lingkungan. Long term outcome bergantung pada

–         Penyebab

–         Derajat kekurangan kognitif dan adaptasi

–         Adanya gangguan medis

–         Dukungan, pelayanan, dan pelatihan yang diberikan kepada anak

 

Comments
  1. Frighted Pressure People says:

    in my city Kediri EastJava have many Alot of Kids and parent plus grand parent have sickness of mental retardation disorder caused black religion spiritual traumatic violence harrasment and psychotropical addiction consumtion such as metamphetamine and delution factor of domination people character exploitation an obsesion too bigher than reality and many neglected people that no have responsible real and respectation, So please take observation intelegent spionation shooter in own environment exactly in Kediri Area,Thanks for your attention Prestigio!!!

  2. seisyuhada says:

    actually mental retardation usually occur in such an area, besause of nutrition and drugs *as u said.. thats a good idea to make an observation there, but maybe after i have graduated🙂 but r u sure that was kind of mental retardation? not a mental illness?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s