Protein

Posted: September 10, 2009 in Kedokteran
Tags: , , , ,

PROTEIN :

Protein mempunyai hubungan yang erat dengan seluruh penyusun kehidupan, hampir seluruh teori asal usul mahluk hidup berdasarkan pada bagaimana protein dapat dibentuk

STRUCTURE:

–          Protein tersusun dari 20 tipe asam amino yang akan bergabung membentuk rantai yang saling berpilin, asam amino tersebut direkatkan oleh ikatan peptide. Asam amino tersebut, mempunyai peran, aktifitas, alur dan tempat metabolism yang berbeda pula.

–          Susunan asam amino tersebut akan menentukan fungsi protein yang terbentuk

–          Mempunyai 4 struktur utama:

1. Struktur primer:

Struktur primer protein bergantung pada jumlah dan urutan asam amino yang membentuknya.  Struktur ini mempunyai N terminal, jika ia mempunyai residu dengan gugus bebas alfa amino dan C terminal, jika ia mempunyai mempunyai residu dengan gugus bebas alfa  karboksil.  contohnya insulin

2. Struktur sekunder:

Struktur  ini timbul karena adanya interaksi antar asam amino. struktur sekunder ini biasanya terbentuk sebagai rantai polipeptida yang berasal dari ribosom. struktur ini mempunyai ikatan peptida rangkap yang kemudian akan menentukan bentuk penyesuaian dari rantai polipeptida tersebut. struktur sekunder mempunyai dua kelas yaitu

-globular protein: mempunyai struktur yang melipat dan berpilin secara rapat

– fibrous protein : struktur lembaran dengan rantai yang panjang

JThe α-Helix

alfa helix merupakan struktur sekunder yang sering ditemukan dalam globular protein. pembentukan alfa helix terjadi secara spontan dan distabilkan oleh ikatan H (antara nitrogen amida dengan karbon  karboksil.

Jβ-Sheets

Jika alfa helix dibentuk oleh satu susunan asam amino, maka beta sheets disusun oleh 2.lebih bagian asam amino yang berbeda2 setidaknya terdapat 5—10 rangkaian asam amino. Lipatan dan pengaturan dari rangkaian polipeptida bersampingan satu sama lain untuk membentuk beta sheet yang kemudian distabilkan oleh ikatan hydrogen diantara nitrogen amida dan karbon karboksil.

3. Struktur tersier:

struktur tersier protein mengacu pada kelengkapan struktur 3 dimensi dari unit2 polipeptida.  struktur tersier menjelaskan hubungan daerah yang berbeda satu sama lain didalam suatu protein. interaksi antar daerah tersebut diatur oleh beberapa ikatan, yaitu ikatan hydrogen (antar rantai polipeptida dan juga dengan medium dalam bentuk cairan), interaksi hidrofobik(yang membawa rantai asam amino tertentu untuk dapat masuk kedalam atau keluar protein), interaksi elektrostasis (interaksi antara gugus asam amino yang terionisasi dengan molekul air yang berkutub ganda) dan ikatan van der waals (ikatan terlemah dan terbanyak dalam molekul protein).

3. Struktur Kuarter :

Struktur yang terbentuk oleh interaksi antar monomer monomer protein oligomeric. contohnya adalah hemoglobin

4. Struktur Kompleks:

Protein juga dapat berikatan dengan karbohidrat (Glikoprotein) dan lipid(lipoprotein). glikoprotein dan lipoprotein itulah yang disebut struktur kompleks protein

GENERAL FUNCTION :

–          Sebagai sumber energi untuk metabolisme tubuh

BIOLOGICAL FUNCTION :

– Sebagai pembangun tubuh : – Reseptor sel

– Inti Sel (DNA, RNA)

– Rangka Sel : Sitoskeleton

– Kontraksi otot : Myosin

– Pembekuan darah : Fibrinogen

– Enzim                                   : c/cholinesterase : enzim pada hewan yang berfungsi sebagai pengatur impuls syaraf  dari penghambat asetilkolin. Kekurangan enzim ini dapat menyebabkan muntah, pandangan kabur, dan perasaan berdebar-debar

-Hormon                                : c/ Erythropoietin : Hormon yang dihasilkan oleh ginjal yang berfungsi untuk menstimulasi sumsum tulang belakan untuk memproduksi sel darah merah.

-Sistem Imun                         :c/ Immunoglobulin: merupakan antibody dari protein darah yang mengidentifikasi dan melumpuhkan benda-benda asing yang masuk kedalam tubuh.

– transportasi                         : – Albumin : Bilirubin, Ion kalsium, Ion Logam, Steroid dan hormone lainnya, dan berbagai jenis obat-obatan.

– Ceruloplasmin : Ion cuprum

– Haptglobulin : mengikat kelebihan sel hemoglobin

– Lipoprotein : chylomicrons, VLDL, LDL, HDL

– Pengatur                              : -Tekanan osmotic darah :albumin

– Membran sel : Sitoskeleton

– Keseimbangan asam basa

Ferritin

Ferritin adalah protein yang ditemukan di dalam sel yang menyimpan zat besi. Digunakan untuk mengukur banyaknya zat besi di dalam tubuh. Zat besi dibutuhkan untuk membuat sel darah merah. Kadar normalnya adalah:

Pria : 12-300 ng/mL

Wanita : 12-150 ng/mL

(ng/mL = nanogram per milliliter)

Jika kadarnya lebih tinggi daripada kadar normal, dapat mengindikasikan:

  • Penyakit hati karena alcohol
  • Sering transfusi darah

Jika kadarnya lebih rendah daripada kadar normal, dapat mengindikasikan:

  • Perdarahan saluran pencernaan dalam waktu yang lama
  • Perdarahan berat ketika menstruasi
  • Anemia defisiensi zat besi

Risiko melakukan tes ini adalah:

  • Perdarahan yang berlebihan
  • Pingsan atau merasa kepalanya ringan
  • Hematoma, yaitu darahnya dikumpulkan di bawah kulit
  • Infeksi

Haptoglobin

Haptoglobin adalah protein yang diproduksi oleh hati. Haptoglobin berhubungan dengan beberapa jenis hemoglobin dalam darah. Digunakan untuk mengetahui seberapa cepat sel darah merah dirusak.

Ketika sel darah merah mati, mereka mengeluarkan hemoglobin. Haptoglobin bergabung dengan hemoglobin yang bebas tadi. Ketika haptoglobin dan hemoglobin bersambungan, molekul baru tersebut menuju ke hati, dimana bagian darinya (seperti zat besi dan asam amino) didaur ulang.

Ketika sel darah merah aktif dirusak, haptoglobin menghilang lebih cepat daripada dibuatnya, sehingga haptoglobin di darah menurun.

Kadar normalnya: 27-139 mg/dL (milligram per desiliter)

Jika kadarnya lebih tinggi daripada kadar normal, dapat mengindikasikan:

  • Rheumatic akut
  • Penyumbatan empedu
  • Luka pada saluran pencernaan

Jika kadarnya lebih rendah daripasa kadar normal, dapat menyebabkan:

  • Penyakit hati yang kronis
  • Hemolitic anemia, yaitu

Risiko melakukan tes ini adalah:

  • Perdarahan yang berlebihan
  • Pingsan atau merasa kepalanya ringan
  • Hematoma, yaitu darahnya dikumpulkan di bawah kulit
  • Infeksi

Hemopexin

Hemopexin adalah protein yang mengikat heme yang dilepaskan atau hilang karena pergantian protein heme seperti hemoglobin sehingga melindungi tubuh dari heme bebas. Kadarnya dalam serum menunjukan banyaknya heme yang berada dalam darah. Hemopexin yang tinggi menunjukkan banyaknya heme bebas yang mengindikasikan terjadinya hemolitik anemia.

SUMBER PROTEIN

Sumber makanan alami Kadar Protein
Telur (satu butir) 6 gram
Susu (satu gelas) 6,3 gram
Susu kedelai (satu gelas) 6 gram
Tahu (100gr) 8 gram
Yogurt rendah lemak (150gr) 8 gram
Ikan (100gr) 21 gram
Keju (100gr) 25 gram
Daging Panggang (100gr) 28 gram
Ayam Panggang (100gr) 25 gram
Sumber makanan olahan Kadar Protein
Sosis (100gr) 12 gram
Daging babi olahan (100gr) 25 gram
Beef burger (100gr) 20 gram
Kornet daging sapi (100gr) 25 gram

Referensi:

Biochemistry harper 27th ed

Understanding Nutrition

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s