Indonesiaku

Posted: November 26, 2008 in cerpen
Tags:

ALLAHU… AKBAR…. ALLAAAHUAKBAR…
Hmmm….
ALLAHUAKBAR… ALLAAAAAAHUAKBAR….
Ahh….!
ASYHADUANLAAILAAAHAILALLAAHU…
“Ahhh!!! Apa ini? Ramai sekali sih.. padahal ini kan adzan shubuh!!” ungkap ku kesal.
“loh loh… perawan ini kok baru bangun?sayang sekali sudah adzan ya nak, jadi kamu gak sempet shalat malam..”
“Hah? Sayang sekali apanya?? Ini mah namanya masih terlalu pagi buat bangun, bunda!!”
“ sayang… kamu ini kenapa?ga biasanya kamu seperti ini.. sudah! Sekarang lebih baik kamu wudhu, biar kita bisa jamaah”
Dengan enggan aku menuruti kata-kata bunda. Setelah itu saat aku ingin ke kamar untuk tidur lagi, tiba-tiba bunda menarikku untuk mandi dan cepat-cepat berangkat ke sekolah. Aku makin terheran-heran, untuk apa berangkat sepagi ini, bukankah budaya kami adalah budaya yang tidak menghargai waktu? Hah, baiklah karena bunda ingin berangkat pagi, aku turuti saja kemauannya, lagipula pasti dijalan nanti akan macet.
Hahh?? Apa apaan ini? Kenapa kami berangkat tidak menggunakan kendaraan pribadi?! Kenapa juga aku harus bertegur sapa dengan orang-orang sekitar? Aku lelah kalau harus tersenyum dan mengucapkan salam yang itu ituu terus! Apa sih maunya orang-orang ini! Pagi-pagi sudah berangkat dan berjalan kaki menuju ke halte, memang sih, udaranya sangat sejuk dan segar karena bebas polusi.
Hei..? tunggu, aku tidak sedang bermimpi kan? Sejak kapan udara di sekitar rumah ku menjadi se segar ini? Wahhh… nyaman nya, bahagia sekali rasanya dapat menghirup udara sesegar dan sesejuk ini. Hal ini agak aneh, padahal pemukiman ku bukan komplek perumahan yang mewah, tetapi mengapa tampak sangat rapi sekali?. Hm.. masih ada satu hal lagi yang aneh! Mengapa orang-orang ini menjadi sangat ramah dan tertib? Tidak biasanya mereka ingin menunggu bus di halte, biasanya mereka naik bus tidak perlu ke halte dulu?.selain itu, dimana preman yang biasa mangkal disana? Kenapa polisi tampak sangat ramah?
Baru beberapa menit berlalu, dihatiku sudah banyak sekali pertanyaan, sebenarnya apa gerangan yang terjadi. Selama disekolah pun aku selalu bertanya-tanya, kelas ku sangat rapi bersih dan sangat nyaman. Kantin ku yang biasanya sangat ramai dan kotor pun sekarang menjadi sangat tertib, tidak ada orang-orang yang berebutan untuk memperjuangkan ‘nafsunya’.
Ketika aku pulang, aku sengaja berjalan kaki untuk mengamati kota ku ini.mataku terusik oleh Headline suatu media cetak yag memberitakan tentang keberhasilan pemimpin Negara ku untuk memperjuangkan hak Negara lain. Subhanallah, di media tersebut, tidak ada lagi berita tkriminal apalagi tentang koruptor-koruptor.ketika aku meneruskan perjalanan, aku sangat kaget, ketika melihat banyaknya mobil yang terparkir rapih di dekat sekolahku. “wah,, biasanya lagi ada event nih..!” aku pun bergegas mencari tahu. Aku tidak percaya dengan pemandangan yang aku lihat. Banyak sekali orang-orang yang datang kesana, tempat yang biasanya kosong itu, kini terisi penuh! Aku sangat terkagum, entah kalimat apa yang harus aku ucapkan,tempat yang terisi penuh itu adalah Masjid!
Aku mulai terbiasa dengan berbagai kejutan yang terjadi. Akhir pekan ini, bunda menyuruhku untuk mengajar di luar kota. Sesampainya disana, aku disambut dengan hangt oleh para siswa dan staf sekolah tersebut. Aku sangat heran, karena aku diperlakukan sangat istimewa disini, akhirnya aku memutuskan untuk bertanya, ternyata aku menemukan jawaban yang tidak terduga, ternyata aku ini adalah anak dari pemilik sekolah bergengsi yang bertaraf internasional ini. Mereka menceritakan perjuangan orang tua ku untuk mengembangkan sekolah ini dari kecil hingga besar. Setelah mendengarkan cerita mereka, aku merasakan déjà vu, aku seolah-olah pernah ada pada zaman kehancuran Negaraku, ketika orang tua ku dan teman-temannya sedang berjuang untuk mewujudkan kemakmuran dan kesejahteraan negaraku ini. Ya! Kini aku ingat, aku pernah memimpikan hal tersebut, rupanya karena mimpi itulah kehidupanku hari ini serasa sangat mengejutkan!.
Aku sangat kagum kepada Orang tua ku, dan pemuda-pemuda pada saat itu, perjuangan mereka benar2 meneruskan cita-cita para pejuang kemerdekaan. Menciptakan kemerdekaan seutuhnya, mereka mampu mengubah negeri yang fakir dan miskin, menjadi negeri yang kaya raya seperti pada pemerintahan Umar bin abdul aziz.. Pemimpin Negara ini begitu tegas seperti umar bin khatab, dan para pemudanya sangat cerdas seperti ali bin abi thalib. Ternyata inilah negaraku yang indah, INDONESIAKU.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s