Postpartum Hemorrhage

Posted: March 18, 2010 in Kedokteran
Tags: , , , ,

Pendarahan Postpartum

:)Definisi

Pendarahan postpartum ditandai dengan adanya pendarahan yang berlebihan (>500ml) setelah kelahiran pervaginam. Pendarahan dapat terjadi sebelum, selama atau sesudah delivery of placenta. Pendarahan yang keluar selama 24 jam setelah persalinan disebut juga pendarahan postpartum awal, sedangkan jika pendarahan terjadi antara hari pertama—6minggu setelah persalinan disebut late postpartum hemorrhage.

:) Insiden

Kejadian pendarahan postpartum sebesar 5—8%. Pendarahan ini merupakan penyebab ketiga terbesar dar kematian ibu pasca melahirkan di Amerika.

:) Morbidity & Mortality

-  Anemia

Setiap wanita dapat menderita pendarahan postpartum, dan diantaranya banyak wanita yang telah mengalami anemia yang dapat memperburuk keadaan dan keduanya dapat menyebabkan infeksi saat nifas. Morbiditas utama yang berhubungan dengan terapi transfusi darah jarang terjadi tetapi bersifat signifikan. Selain itu, terapi lain anemia pun dapat menimbulkan resiko lain.

- Hipotensi Postpartum

Adanya hipotensi postpartum dapat menyebabkan nekrosis kelenjar anterior pituitary. Hal tersebut akan berujung pada Sheehan’s Syndrom yang ditandai dengan kegagalan menyusui, amenorrhea, pengecilan payudara, hilangnya rambut pubis dan ketiak dan hipotiroid (<1 dari 10.000 kelahiran). Selain itu hipotensi juga dapat mengakibatkan kegagalan ginjal akut dan kerusakan system organ lain. Pada pendarahan yang extrim, treatment yang akan diambil ialah histerektomi, untuk mengontrol pendarahan.

:) Etiologi

  • Uterine atony

Pendarahan postpartum secara psikologis diatur oleh konstriksi serat myometium yang mengelilingi pembuluh darah yang mengalir ke tempat implantasi placenta. Uterine atony dapat terjadi ketika otot tersebut tidak dapat berkontraksi. Uterine atony merupakan penyebab utama postpartum hemorrhage (50% kasus).

Faktor predisposisinya ialah

manipulasi uterus, anestesi umum, uterine overdistension (pada kandungan >1), prolonged labor,  grand multiparity                         leiomyoma, labor augmentation, sejarah pendarahan pada third stage, infeksi uterus, ekstravasasi darah menuju myometrium, dan myometrial dysfunction

  • Obstetric laceration

    Pendarahan berlebihan akibat episiotomy atau laserasi menyebabkan pendarahan postpartum sekitar 20% . Laserasi dapat mencakup uterus, serviks, vagina atau vulva. Hal tersebut biasanya disebabkan oleh janin yang terlalu besar. Laserasi dari pembuluh darah dibawah epitel vagina dapat menyebabkan hematoma. Pendarahan dapat berbahaya karna biasanya tidak diketahui selama beberapa jam. Episiotomy akan menyebabkan pendarahan berlebihan jika episiotomy besar dan perbaikan episiotomy yang terlambat. Pendarahan dengan kontraksi uterus positif dan jelas merupakan tanda pendarahan akibat laserasi. Treatment yang sesuai ialah perbaikan laserasi dengan anestesi yang cukup.

    • Retained Placental Tissue

    Menyebabkan 5—10% postpartum hemorrhage. Retensi jaringan plasenta didalam rongga uterus terjadi pada plasenta accreta, manual removal plasenta dan mismanagement pada kala 3 dan succenturiate placenta (plasenta tambahan yang terpisah dari plasenta utama) yang tidak diketahui. Pada pemeriksaan USG akan terlihat adanya massa echogenic pada rongga uterus.

    Comments
    1. Hetti says:

      makasih ya sdh berkunjung ke blog mba,,,
      semangat juga ngeblog nya,,,,
      salam kenal….

    Leave a Reply

    Fill in your details below or click an icon to log in:

    WordPress.com Logo

    You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

    Twitter picture

    You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

    Facebook photo

    You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

    Google+ photo

    You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

    Connecting to %s